Skip to content

My Blog

My WordPress Blog

Menu
  • Sample Page
  • Sample Page
Menu

Akses Sulit Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Tidur di Meksiko, Tanding di AS

Posted on June 17, 2026 by admin

Jakarta – autompo Iran baru saja menahan imbang Selandia Baru 2-2 di Los Angeles dalam laga pembuka Grup G Piala Dunia 2026. Usai pertandingan, tim itu langsung harus kembali ke Meksiko karena jadwal perjalanan yang memaksa dan bukan pilihan mereka.
Usai pertandingan di Los Angeles Stadium yang dihelat pada Senin (15/6/2026), kapten timnas Iran Mehdi Taremi, tak hanya bicara soal hasil pertandingan. Dia meluapkan kegelisahan yang sudah lama menumpuk.

“Semua ini benar-benar menjadi masalah bagi kami,” ujar Taremi dikutip dari Yahoo Sport, Selasa (16/6).

Dia kemudian mengungkapkan bahwa timnas Iran sedang menjalani Piala Dunia dengan kondisi yang jauh dari ideal. Beberapa anggota delegasi, termasuk pejabat federasi, staf media, hingga petugas keamanan, dilaporkan terkendala urusan visa sehingga tidak bisa masuk ke AS.

Kondisi itu memaksa tim bekerja dengan struktur yang tidak lengkap sejak hari pertama. Bahkan untuk urusan paling dasar seperti tempat tinggal dan perjalanan, Iran harus melakukan penyesuaian berulang.

Rencana awal untuk menjadikan Tucson, Arizona sebagai base camp batal. Sebagai gantinya, tim berpindah ke Tijuana, Meksiko, yang kemudian menjadi rumah sementara mereka selama Piala Dunia.

Pilihan home bese itu tak lumrah sebab semua pertandingan Iran dilangsungkan di AS, tepatnya di Los Angeles dan Seattle.

Ya, seluruh pertandingan timnas Iran di babak penyisihan Grup G dimainkan di wilayah Pantai Barat AS. Setelah menghadapi laga perdana dengan Selandia Baru di SoFi Stadium, Inglewood, California kemarin, mereka tampil di laga kedua di stadion yang sama melawan Belgia pada 21 Juni 2026.

Kemudian, laga penutup fase grup melawan Mesir dihelat 26 Juni 2026, di Lumen Field, Seattle, Washington.

Saat menjalani laga pertama, perjalanan dari Tijuana, perjalanan menuju Los Angeles bukan tanpa hambatan. Tim harus terbang dan menghabiskan total waktu sekitar lima jam, yang mencakup dengan proses imigrasi dan pemeriksaan yang memperpanjang waktu tempuh.

Setelah pertandingan selesai, mereka langsung kembali lagi ke Meksiko pada malam hari.

“Ini tidak baik untuk kami, tidak baik untuk sepak bola,” kata Taremi.

“Tekanan begitu besar buat pemain, staf, dan semua orang. Kami butuh dukungan lebih,” dia menambahkan.

Namun di balik semua kesulitan itu, pertandingan di Los Angeles justru menjadi panggung emosional yang lebih besar dari sekadar olahraga. Stadion dipenuhi puluhan ribu penonton, dengan dominasi besar diaspora Iran yang tinggal di AS, khususnya di wilayah California.

Atmosfer yang tercipta membuat laga terasa seperti pertandingan kandang bagi Iran, meski secara resmi digelar di luar negeri.

Di luar stadion, suasana tidak kalah panas. Kelompok-kelompok diaspora Iran datang dengan pandangan yang sangat beragam. Sebagian membawa semangat dukungan penuh terhadap tim nasional sebagai simbol identitas dan kebanggaan. Sebagian lain justru melihat tim ini dalam kacamata politik, sebagai representasi negara yang mereka kritik keras.

Ada pula kelompok yang memilih berdiri di tengah, merasakan konflik batin antara identitas budaya dan pandangan politik yang berbeda. Di tribun, perbedaan itu tampak dalam berbagai simbol yang dikibarkan, termasuk bendera Iran pra-revolusi yang masih sesekali muncul meski mendapat perhatian ketat dari penyelenggara.

Di tengah semua itu, para pemain tetap berusaha menjaga fokus. Ketika ditanya soal isu-isu politik global, termasuk spekulasi pernyataan yang dikaitkan dengan tokoh-tokoh dunia, Taremi memilih menutup pembahasan dengan singkat.

“Kami di sini untuk bermain sepak bola,” kata Taremi.

Pada pukul 22.06 waktu setempat, bus timas Iran akhirnya mulai meninggalkan Stadion Los Angeles untuk mengejar penerbangan larut malam. Tujuan mereka kembali ke Meksiko.

 

 

 

 

0 thoughts on “Akses Sulit Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Tidur di Meksiko, Tanding di AS”

  1. homepage says:
    June 18, 2026 at 6:51 pm

    What’s up i am kavin, its my first time to commenting
    anyplace, when i read this post i thought i could also create comment due to this brilliant
    post.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jitu128links.com
jitu128.net
macan238
nukarangampelsmk.sch.id
karangampelnusmk.sch.id
rekeningdormant.my.id
kambojanews.org
jasacode.eu.org
indorezeki.eu.org
thailandnews.my.id
30second.my.id
cuan128server.web.id
massamcrypto.com
bengkelcianjur.my.id
indovaksin.eu.org
bonuscas.my.id
bpdana.web.id
https://bolagoal.id
danagame.my.id
domainku1.my.id
danatoto.my.id
dormant.web.id
edubl.my.id
indrakseo.my.id
instal12.my.id
koibos.my.id
newstravel.my.id
oke128.my.id
pantaianyer.web.id
pantaisarwana.my.id
ranga1.my.id
seopakar.web.id
uang888.eu.org
wisatakamboja.web.id
wisatamalaysia.web.id
https://homesbyangie.com
https://touchforbirth.com
cuan128jp.com
cuan128
juragankomputer.id
Red Devils Pulse
lovinglivingsmall.com
jaya128.info
©2026 My Blog | Design: Newspaperly WordPress Theme

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by